1週間、東京の生活を体験した

 Awal bulan ini, saya dan salah satu rekan kantor ditugaskan untuk bekerja di kantor induk kawasan Tokyo selama kurang lebih seminggu dalam rangka mengenal cara kerja dan kondisi di kantor induk saat ini. Berbagai kelengkapan dokumen sudah dipersiapkan sejak sebulan sebelumnya oleh HR department di Surabaya untuk keperluan keberangkatan kami. Selama berada di Tokyo, saya mendapatkan banyak sekali pelajaran yang tidak saya dapatkan di Indonesia.


 東京にある共同通信デジタル本社の働き方や雰囲気を味わうため、8月上旬に私と同僚が1週間ほど日本へ出張することになりました。出発1ヶ月前からビザや必要な書類を、人事担当者が準備してくれました。東京にいる間は、インドネシアではないことを体験することができました。


Shock Culture

Saya mengalami shock culture ketika tiba di Tokyo. Hampir seluruh warga di kota ini berjalan kaki, baik itu ke kantor, sekolah, ataupun ke tempat-tempat lain yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal. Kendaraan pribadi yang terlihat di jalan raya sangatlah sedikit sehingga macet menjadi hal yang tidak terlihat sama sekali selama menginjakkan kaki di Tokyo. Pengemudi mobil pun rata-rata lebih mengutamakan pejalan kaki jika dibandingkan dengan Jakarta ataupun Surabaya. Baru disini saya melihat pengemudi yang langsung mengerem ketika melihat di depan ada pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan. Biasanya kalau di Surabaya sih sudah di klakson disuruh minggir dari jalan, hahahaha. Hal lain yang saya kagumi adalah tingkat kedisiplinan dari masyarakat di negara ini. Antrian dimanapun sangat rapi mengular tanpa ada yang namanya menyerobot antrian.


カルチャーショック

 東京に着き、ほとんどの日本人が歩いてる姿を見てびっくりしました。学校や会社に行く際、あるいは自宅からちょっとした離れた場所でも徒歩で行く日本人が多く見られます。インドネシアと違って、車の数が少なく渋滞をあまり感じませんでした。また、歩行者を優先する気遣いもとても感動しました。インドネシアでは、道を渡る歩行者の姿に気づいてからはじめて運転手がブレーキをかけ、その上道を早く渡るようクラクションが鳴らされます(汗)。他に、マナーや規律正しい面も感動しました。


Tempat Tinggal

Selama berada di Tokyo, kami bertempat tinggal di daerah Tsukishima yang berjarak tiga stasiun dari kantor yang berada di kawasan Shiodome. Kami menempati fasilitas asrama yang berada tepat di sebelah Sumida River. Cukup ketat akses masuk ke dalam asrama ini. Kami diberikan kartu akses untuk masuk ke dalam asrama dan kunci kamar harus dititipkan ke resepsionis ketika keluar masuk asrama. Bahkan, pengantar pun tidak diperkenankan masuk lebih dalam selain ruangan resepsionis. Untuk fasilitas di dalamnya cukup lengkap dengan kamar AC, kamar mandi dengan bathtub, ruang laundry beserta pengeringnya, ruangan untuk mencuci peralatan makan, serta ruangan untuk menikmati pemandangan ke arah Sumida River.


滞在場所

 東京にいる間は、本社から3駅分の距離にある月島の共同通信研修交流センターに泊まりました。こちらの研修センターはランドリールームもあり、色々な設備が整っています。きれいな墨田川の景色がよく見えて、とてもいい場所でした。

Sumida River Bridge (隅田川橋)


Makanan

Untuk makanan sendiri, kami tidak begitu kesulitan dengan jenis makanan yang ada disini. Kebanyakan makanan yang halal berasal dari jenis makanan laut. Ikan, Udang, Gurita, Cumi, serta sebangsanya lebih dianjurkan karena lebih aman dimakan untuk muslim. Makanan-makanan dengan bahan tersebut pun dapat ditemukan dengan mudah di supermarket terdekat, tentunya dalam bentuk onigiri (nasi kepal) atau sandwich. Makanan seperti Ramen, Monjayaki dan Okonomiyaki juga dapat dicoba, tentunya dengan minus bahan daging. Entah kenapa, saya suka sekali minum Pocari Sweat selama berada di Jepang dan terasa lebih nikmat dibandingkan dengan minuman yang sama di Indonesia.


食べ物

 日本食は特に問題なく食べれますが、イスラム教徒が食べてよいもの(ハラル)かどうか判断できないときもあります。ハラルマークがなくても判断しやすい魚介類(エビ、タコ、イカ等)なら、安心して食べられます。鶏ガラスープでできたハラルラーメンや魚介類のもんじゃ焼きとお好み焼きも食べられます。また、インドネシアでも販売されているPOCARI SWEATが、日本の方が何故か美味しく感じました。

Onigiri Isi Belut (鰻おにぎり)


Cuaca dan Suhu

Sebelum berangkat ke Jepang, kami sudah diwanti-wanti oleh pimpinan dari Jepang kalau suhu di Tokyo kemungkinan akan berada di atas 35 ℃ dikarenakan di Jepang sedang berada di puncak musim panas di bulan Agustus. Selama berada di Tokyo, memang suhu di luar ruangan terasa sangat lembab, tetapi masih di batas wajar kami yang notabene sehari hari sudah menikmati jalanan Surabaya yang panas. Sementara di dalam ruangan, AC berhembus dengan lumayan kencang. Hari-hari terakhir, kami juga merasakan badai taifun yang berhembus melewati Tokyo yang membuat penerbangan pulang kami hampir dibatalkan.


天気と気温

 日本に行く前に「今日本は夏で、暑さが35度以上なので、体に気を付けてくださいね。」という注意を何度も言ってもらったりしました。東京にいたとき、屋外では湿気を感じましたが、スラバヤの暑さに慣れてるせいか、自分にとっては耐えられる程度だと思います。あと、台風にも遭遇して、飛行機が飛ぶか飛ばないか不安な気持ちも感じました。


Transportasi

Transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat di Tokyo adalah kereta api. Ada sekitar kurang lebih 200 jalur kereta di seluruh Jepang yang terbagi menjadi Subway, Monorail, kereta antar kota, dan komuter. Setiap harinya, kami menggunakan subway untuk menuju kantor yang berada di Shiodome. Karena kami hanya diberi uang cash, maka kami diharuskan membeli karcis setiap kali menggunakan subway. Untungnya, ketika pertama kali menggunakan subway, kami diajari oleh salah satu rekan dari kantor Jepang. Meskipun begitu, ketika keesokan harinya membeli karcis sendiri, saya masih kebingungan karena selain tulisan pada informasi menggunakan kanji, jalur kereta juga cukup banyak. Sementara rekan saya yang sebelumnya juga sudah pernah ke Jepang sebelumnya, sepertinya tidak kebingungan. Saya selalu memperhatikan gerak geriknya dan mempraktekkan hal-hal yang tidak saya mengerti ketika berada di dalam subway.


公共交通機関

 東京で公共交通機関としてよく利用されている電車ですが、200路線以上あると言われています。今回の日本滞在では、私も毎日地下鉄で通勤しました。最初は地下鉄の乗り方がわかりませんでした。切符の買い方は日本にいるスタッフに教えてもらいましたが、自分で券売機で切符の買うときには混乱してしまうこともあります。一方、私と一緒に日本に来た同僚が問題なく購入できたので、彼女がやっていることをみてから同じことをやりました。

Subway Ticket Machine (月島駅での券売機)

Keramaian di stasiun subway(駅に流れる人の波)


Office Lifestyle

Rata-rata aktivitas perkantoran di Jepang aktif dimulai sekitar pukul 10 pagi. Kantor yang kami kunjungi selama seminggu berada di salah satu wilayah Shiodome yang merupakan sebuah kawasan perkantoran besar dan bertempat di Shiodome Media Tower, di salah satu kantor berita (Kyodo News). Salah satu hal yang paling sulit saya lakukan ketika berkantor disini adalah komunikasi menggunakan bahasa Jepang. Saya sendiri baru beberapa bulan belajar baca tulis hiragana dan katakana sehingga untuk mengobrol dengan kalimat kalimat kompleks masih kurang begitu lancar. Untungnya, rekan saya yang merupakan translator sekaligus director project dapat berbicara bahasa Jepang dengan lancar sehingga saya selalu merepotkan dia ketika ingin berdiskusi masalah pekerjaan dengan staff di Jepang. Sepertinya saya harus mengasah lebih dalam kemampuan berbahasa Jepang setelah ini.


オフィス環境

 私が関係している部署の日本の勤務時間はだいたい10時に開始します。通っていたオフィスは汐留というエリアにあり、なんか大きいビジネス街を感じます。こちらで働いていたとき、一番難しいのが日本語でコミュニケーションをとることです。数カ月前からひらがなとカタカナを勉強したばかりの私が複雑な文章でしゃべることはまだまだです。しかし、一緒に来た同僚がディレクションをしながら通訳をしてくれてますので、仕事関連のことで日本人スタッフとのコミュニケーションはいつも彼女に頼っていました。この言語の壁を越えられるように、もっと日本語を勉強したいです。

Kyodo News Office